Jumat, 19 Desember 2014

Dan, Jangan Pernah Berhenti

Jika aku terlihat menjauh darimu,
   kau tahu, sebenarnya itu bukan inginku

Jika aku terlihat tidak merindukanmu,
   kau tahu, betapa bercabangnya hatiku

Jika aku terlihat menutup sesuatu hal darimu,
   kau tahu, itu terjadi karena kau yang lebih dahulu

Jika kini aku terlihat seperti si gila yang paranoid,
   kau tahu, dulu aku tak begitu

Jika kini aku tak pernah lagi memujimu,
   kau tahu, betapa bangganya dulu aku padamu

Jika pelukanku tak lagi hangat seperti dulu
   kau tahu, sebelah hatiku telah membeku

Jika kini aku tak pernah berbicara manis padamu
   kau tahu, sisi perih hatiku yang melakukan itu

Jika kini aku tak mau memandangmu lagi berlama lama,
   kau tahu, bayangan apa yang timbul dengan sebegitu sedihnya

Jika kini aku tak begitu lagi mampu berbicara terbuka,
   kau tahu, aku sempat kembali pada kondisi 'semua percuma'

Jika kini kau ingin memperbaiki dan kembali seperti dulu,
   kau tahu, bayangan dia dan mereka selalu menjadi hantu di hari hariku

Jika kini terkadang kau merasa betapa nestapa hidupmu karena aku yang ada dan tiada,
   kau tahu, kehancuran rasa yang aku terima saat kau menghilangkan aku di hati dan pikiranmu ketika kau bersama dia dan mereka.

Jika kini kau terkadang lelah dan letih menghadapi kegilaan emosiku,
   kau tahu, aku juga sedang berusaha untuk tidak seperti itu dan kau tahu mengapa aku begitu

Jika kini kau masih berniat untuk terus mencintaiku dan terus bertahan dengan kesulitan hati yang semakin merancu,
   kau tahu, dengan segunung kesusahan dan kelabilan hatiku saat ini, ternyata aku pun begitu.

Maka, jangan pernah berhenti
Jadikanlah aku seperti saat aku milikmu yang dulu.





02:28wib [pagi]
20 Des '14

NZ


0 komentar:

Posting Komentar